
Buku cetakan tahun 2006 ini merupakan Nominator Khatulistiwa Literary Award 2007 Kategori Penulis Muda Berbakat. Khatulistiwa Literary Award adalah ajang penghargaan Bidang Sastra di Jakarta.
Lalu, saya berpikir untuk menghibur diri sendiri dan akhirnya lahirlah tokoh Datuk Hitam sebagai teman tertawa untuk saya dalam masa kesedihan dan kesepian itu. Saya harap pembaca bisa terhibur dengan cerita-cerita Datuk Hitam sebagaimana kegembiraan yang dia berikan kepada saya selama ini.
Judul : Datuk Hitam
Penulis : Bahril Hidayat
Tebal : xxiv + 192 halaman.
Ukuran : 12 x 20 cm.
Harga : Rp 32.500
Buku cetakan terbaru ini dilengkapi dua makalah Bedah Buku Datuk Hitam di Yogyakarta yang disampaikan oleh H. Fuad Nashori Psi, Msi.
Berikut komentar dan cover buku Datuk Hitam cetakan bulan Febuari tahun 2009.
Tak dapat dipungkiri lagi, melalui buku ini, Bahril Hidayat kembali mengungkapkan tentang bagaimana melalui wacana yang dihidangkan secara jenaka, orang-orang Melayu menyatakan sikap--sehingga antara kasih dengan amarah misalnya, seperti tidak bersempadan--diperlukan mata hati yang tajam untuk menelusuri kedua situasi rasa tersebut. Saya rasa, cara seperti inilah yang sempat lama menghilang sebagai suatu genre penceritaan Melayu sebagaimana pernah diperlihatkan dengan gemilang oleh Soeman Hs--si pelopor cerita pendek asal Riau, bahkan pernah disebut sebagai ciri khas orang Melayu oleh peneliti kolonial. pada abad-abad lampau. Tentu, ada sebabnya mengapa situasi bercerita jenaka tersebut menghilang lama, tetapi pastilah melalui buku ini Bahril dan beberapa penulis di Riau sekarang, mencoba kembali ke salah satu tanda jati diri. Ya, kembali...
(Taufik Ikram Jamil, Sastrawan dan Budayawan Riau)

1 komentar:
buku ny ada di jual di tokok buku Gramedia gak ya______?
Posting Komentar